image

Teknologi VOIP(Voice Over Internet Protocol) atau dikenal dengan Suara yang dikirim melalui Protokol Internet (IP) bukan melalui Sirkuit Analog Telepon, sudah cukup populer di Indonesia. Sebelum tahun 2000, Praktisi IT Onno W Purbo menjadi pelopor penggunaan teknologi ini. Desa dengan berbagai macam bentuk kawasannya, sering menjadi anak tiri oleh para penyedia jaringan operator selular, tidak sedikit titik – titik area yang tidak terjangkau sinyal merata di pelosok desa nusantara, satu warga desa atau antar desa masih susah dalam berkomunikasi. Ada gagasan unik dari sekelompok pemuda desa dari cilacap, mengembangkan teknologi berbasis VoIP ini agar bisa digunakan di desa, yang juga disebut sebagai SIKomAR.

SIKomAR(Sistem Komunikasi Antar Rakyat) yang secara utuh terdiri dari perangkat keras dan lunak. Untuk Perangkat Lunak sudah tersedia di versi DesaOS 1.0 Rilis Alpha 2, hanya butuh di install di komputer / laptop yang masuk dalam sebuah jaringan, di oprek sedikit sudah bisa berkomunikasi tanpa perlu adanya akses ke internet, namun jika ingin bisa akses tidak hanya lingkup tertentu semisal satu desa, sikomar bisa di install dalam server hosting dan jangkauannya bertambah menjadi seluruh dunia. Lanjut telisik dari sisi perangkat keras, hanya butuh sebuah komputer yang menjadi server dan sebuah router untuk pembagi IP, SIKomAR sudah bisa digunakan, namun jika ingin jangkauan lebih luas bisa ditambahkan beberapa antena yang luasan wifinya sampai radius kilometer.

Pada penyelenggaraan Festival Kopi selama 2 hari acara, SIKomAR digunakan antara peserta dan panitia sebagai alat komunikasi untuk berkordinasi, setelah melihat penggunaan SIKomAR tentunya banyak perwakilan desa yang ingin menduplikasi dan menerapkannya di desa masing – masing, karena dirasa bermanfaat hadirnya sikomar didesa. Pelayanan Desa bisa lebih cepat dalam berkomunikasi antar perangkat desa atau dengan warga, tak tergantung sinyal operator, relatif lebih murah biaya jangka panjang dan masih banyak lagi manfaat yang bisa di dapatkan dari SIKomAR.

%d blogger menyukai ini: