Yossy Suparyo
Ikuti:

image

Gedhe Foundation mengikuti Focus Discussion Group (FGD) untuk mengalisis Kebijakan Perencanaan Pembangunan di Hotel Dafam, Jalan Imam Bonjol 188 Semarang, Jumat (20/3). Acara ini diselenggarakan oleh Percik Salatiga bekerjasama dengan Kemitraan Jakarta. FGD sehari ini melibatkan 25 peserta dari unsur Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Lembaga Swadaya Masyarakat.

Pada awal FGD, Paring Waluyo, Pegiat Kemitraan, berbagi pengalamannya bersama sejumlah organisasi nonpemerintah (ornop) di Jakarta yang melakukan analisis perbandingan dokumen Nawacita yang disusun tim kampanye Jokowi-JK dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang disusun pemerintah. Hasilnya, ada banyak ketidaksesuaian, baik tingkat strategi maupun indikator, yang mereka temukan dalam dua dokumen tersebut.

Selama FGD, peserta merumuskan metode dan strategi menganalisis kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, maupun desa. Setelah itu, peserta menyusun rencana kerja bersama untuk menganalisis kesesuaian sejumlah dokumen perencanaan pembangunan seperti Nawacita, RPJMN 2015-2019, G18, RPJMD Provinsi Jawa Tengah. Hasil analisis tersebut akan menjadi masukan atas perbaikan pada RPJMD perubahan Provinsi Jawa Tengah.

Sejumlah lembaga yang terlibat dalam kerja ini antara lain Gerakan Desa Membangun/Gedhe Foundation, Percik Salatiga, SARI, Banyumas Inspirasi, Indipt Kebumen, TKPKD Surakarta, UPKP2/Laskar Batang, ATMA, PCNU Jepara, Fitra Jawa Tengah, YSKK Solo, Kompip Solo, ELSA Semarang, Pattiro Surakarta, SAPA, Yayasan Kuncup, PKBI Jawa Tengah, Lespi, dan lainnya.

%d blogger menyukai ini: