Yossy Suparyo
Ikuti:

siaran radio promosikan musyawarah desa

Gedhe Foundation dan Radio Dian Suara FM Purwokerto bersepakat untuk meneruskan program talkshow Jelajah Desa Milang Kori (Jades) untuk pengarusutamaan isu desa. Jades disiarkan rutin tiap Kamis pukul 16.00-17.00 dengan menampilkan narasumber dari pemerintah dan masyarakat desa di Banyumas.

Jades bertujuan untuk memperbincangkan isu-isu yang ada di wilayah perdesaan. Ada urusan dana desa, keterbukaan informasi desa, pemberdayaan perempuan, pengembangan ekonomi melalui BUMDesa, dan musyawarah desa. Dalam talkshow, ada interaksi dengan pendengar melalui telepon dan SMS.

Radio memiliki peran penting menyampaikan informasi kepada khalayak. Sejumlah pegiat GDM di daerah bisa menduplikasi pengalaman pegiat desa di Banyumas untuk memiliki program siaran perdesaan di radio. Lalu, bagaimana langkah-langkah yang harus ditempuh untuk bekerjasama dengan radio?

Pertama, diskusikan dan rancang konsep siaran. Anda bisa menghubungi pengelola radio atau kenalan yang bisa memfasilitasi pertemuan tersebut. Tepatilah jam janjian. Disiplin menunjukkan kinerja (performance) Anda. Narasumber pada program siaran langsung tidak boleh terlambat. Oleh karena itu, biasakan narasumber datang sebelum waktu janjian ditentukan.

Pada janjian pertama, Gedhe difasilitasi Daniel Wicaksono Adhi P., dosen Politama yang merupakan mitra Direktur Radio Dian Swara. Pada pembicarakan pertama, Direktur Radio Dian Swara memberikan lampu hijau untuk siaran desa.

Kedua, mengirim TOR (term of reference). Gedhe menyusun perencaan kerja atau TOR, berisi nama kegiatan, latar belakang, perencanaan program yang meliputi narasumber dan tema siaran. Setelah mendapatkan persetujuan direktur radio Dian Swara, siaran perdana bisa dilakukan. Angkatlah tema-tema yang terkait dengan urusan desa, seperti Dana Desa, Kapan Turun lagi? ; Membangun Kepercayaan Publik melalui Keterbukaan ; Optimalkan Potensi Desa melalui BUMDes ; Ayo, Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan desa ; dan Musyawarah Desa dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa.

Ketiga, menjaga konsistensi siaran. Konsisten siaran menjadi bukti bahwa desa serius untuk menyuarakan aspirasinya. Gedhe dan desa berkoordinasi untuk menentukan jadwal narasumber. Jika ada narasumber yang berhalangan, teman yang lain harus menggantikan.

Keempat, kampanye program siaran desa. Acara baru di radio harus mampu menarik pendengarnya. Oleh karena itu, harus dilakukan sosialisasi melalui jaringan kerja baik secara offline maupun online.

%d blogger menyukai ini: