Gedhe Nusantara

sistem informasi desa dan kawasan

Jumat, 16 Januari 2015, Pelatihan Informasi Desa dan Kawasan memasuki hari ketiga. Masih bertempat di Auditorium Pusat TIK Nasional, Ciputat, Tangerang Selatan. Pagi hari dimulai dengan pemaparan hasil diskusi grup malam sebelumnya. Tema besar yang diberikan adalah “Apa yang diharapkan dari Sistem Informasi Desa dam Kawasan (SIDeKa)”.

Tiap kelompok, secara bergantian mempresentasikan hasil diskusi. Apa saja yang diinginkan untuk ada di sistem informasi desa dan kawasan diungkapkan oleh masing-masing kelompok. Sumber data yang berasal dari desa yang diharapkan dapat membantu pekerjaan dan kemandirian data desa itu sendiri. Dengan demikian, SIDeKa ini diharapkan memuat beragam data kependudukan desa, kebudayaan, sumber alam, kemiskinan dan pemetaan desa.

Harapannya, dengan desa mandiri secara data, desa dan supradesa tahu apa yang tepat diprioritaskan untuk pembangunan desa. Data akurat desa bisa menunjukkan bukti tentang kemiskinan dan kesehatan warga sehingga prioritas pengentasan kemiskinan dan kesehatan warga tepat sasaran. Untuk ini, ada usulan untuk membuat SIDeKa per kategori bisa ditentukan sendiri oleh desa. Misalnya, kriteria penduduk miskin yang tiap desa bisa saja berbeda dan desa bisa membuat sendiri kriteria tersebut di aplikasi Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDeKa).

Penerapan SIDeKa melalui tahapan proses sehingga dapat diperoleh data yang akurat dari kesadaran desa itu sendiri. Proses yang dimaksud adalah  :

  1. Membangun kesadaran masyarakat desa
  2. Pengembangan kapasitas masyarakat
  3. Pengorganisasian ide dan potensi desa
  4. Pendampingan desa
  5. Kemandirian desa
  6. Desa berdaulat

Dr. Noer Fauzi Rachman dari Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan, turut memberikan komentar. Ketika desa memiliki data sendiri, warisan budaya desa tetap akan terpelihara. Mengingat cepatnya laju perkembangan teknologi akan menggerus budaya yang telah ada di desa. Beberapa tahun ke depan, generasi yang lebih muda sudah tidak mengenal lagi apa yang ada di desanya jika tidak didokumentasikan. Melalui teknologi ini juga, dokumentasi itu bisa dilakukan.

%d blogger menyukai ini: