Gedhe Nusantara

Yayasan Gedhe Nusantara, biasa disebut Gedhe Foundation, mendukung pengelolaan media center untuk Dewan Adat Papua. Dewan Adat Papua merupakan organisasi masyarakat asli (indegenius people) di wilayah Papua dan Papua Barat. Media center merupakan layanan untuk mendukung kegiatan produksi informasi, pengelolaan data, diseminasi informasi, dan pencitraan organisasi.

Dukungan ini merupakan tindaklanjut pertemuan Gedhe Foundation dan Dewan Adat Papua di Biak pada 3 Oktober 2015. Pertemuan itu bertepatan dengan perjalanan Gedhe Foundation melakukan Workshop Manajemen Informasi di KPHL Biak Numfor. Selanjutnya, pertemuan dilanjutkan di Jakarta (5/10) untuk merincikan jenis dukungan Gedhe Foundation pada Dewan Adat Papua.

Dewan Adat Papua merupakan organisasi masyarakat sipil di Papua yang menaruh perhatian besar pada pemberdayaan masyarakat, pengembangan sumberdaya, dan percepatan pembangunan di wilayah Papua, baik Papua maupun Papua Barat. Dalam satu dekade perjalanan Dewan Adat Papua, kegiatan tersebut kurang mendapat ruang publikasi yang cukup sehingga citra publik Papua acapkali didominasi dengan konflik sosial, keterbelakangan, dan sparatisme.

Dukungan Media Center

Gedhe Foundation akan mendukung pengelolaan media center pada penyelenggaraan Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua Ke-3 di Kabupaten Biak. Konferensi akan berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November 2015 dan diikuti oleh 1.495 orang delegasi masyarakat adat yang tersebar di tujuh wilayah adat Papua.

Konferensi Besar Masyarakat Adat akan menentukan program kerja Dewan Adat Papua lima tahun mendatang. Selama konferensi peserta akan mengevaluasi perjalanan organisasi Dewan Adat Papua, identifikasi berbagai potensi, serta menetapkan strategi yang tepat bagi upaya pengelolaan potensi yang dimiliki, mengidentifikasi beragam kendala, serta merumuskan langkah strategis untuk mengatasinya.

Konferensi juga akan menetapkan pokok-pokok pandangan masyarakat adat Papua terhadap berbagai permasalahan, yang ditujukan sebagai rekomendasi kepada berbagai pihak. Selain persidangan, Dewan Adat Papua juga menggelar pertunjukan seni budaya dari Dewan Adat Daerah dan pameran produk unggulan masyarakat adat.

Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua III akan disiarkan langsung melalui internet. Masyarakat Papua dan pengguna internet dapat menyimak dan berinteraksi dengan para delegasi mereka yang mengikuti konferensi.

Berbagi Pengetahuan dan Keterampilan Melalui Workshop

Ada sejumlah workshop yang akan digelar dalam Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua III di Biak. Workshop itu diselenggarakan untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam kerja-kerja pemerdayaan masyarakat.

Pertama, Workshop Penulisan dan Internet untuk Pelajar se-Biak. Workshop ini mengambil tema “Ayo Ke Papua”, bertujuan untuk mengarusutamakan potensi, sumberdaya, dan pembangunan di Papua. Workshop ini akan diikuti oleh para pelajar SMA/SMK di Kabupaten Biak Numfor. Tulisan terbaik akan mendapat penghargaan dari Dewan Adat Papua.

Kedua, Workshop Internet Produktif dan Sehat. Workshop ini membahas pemanfaatan internet untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar, promosi dan pemasaran potensi dan sumberdaya, serta pengembangan diri dan penunjang kreativitas.

Workshop ini melatih peserta untuk menggunakan internet secara produktif, sekaligus membekali peserta pada hal-hal negatif yang ada di internet.

Ketiga, Workshop Bikin Website untuk Lembaga Pemerintah dan Masyarakat Sipil. Workshop ini melatih peserta untuk membuat website sebagai media komunikasi dan informasi bagi lembaga pemerintah dan masyarakat sipil.

Keterampilan ini akan menunjang pengarusutamaan dan mobilisasi informasi tentang Papua, termasuk mendorong praktik keterbukaan informasi publik di lembaga publik. Peserta sesi ini adalah instansi pemerintah daerah, pemerintah desa/kampung dan lembaga masyarakat sipil.

Keempat, Workshop Bikin Telepon Gratis di Kampungmu. Workshop yang membahas pembuatan layanan telepon gratis di kampung dengan menggunakan teknologi wifi dan android. Teknologi ini cocok diterapkan di daerah kepulauan dan pelosok yang sulit mendapat akses sinyal.

Kegiatan ini akan diikuti oleh pemerintah kampung dan masyarakat adat yang hadir dalam Konferensi Adat. Memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan di kampung di bidang komunikasi dan informasi. Peserta sesi ini adalah pemerintah desa/kampung, lembaga adat dan organisasi masyarakat sipil.

%d blogger menyukai ini: