Gedhe Nusantara

Pegiat Gerakan Desa Membangun (GDM) memiliki tradisi bersilaturahmi dan belajar bernama “Dolan Desa”. Kegiatan ini berlangsung secara nonformal di luar kegiatan resmi GDM, yaitu silaturahmi ke rumah pegiat desa.

Tahun 2015, “Dolan Desa” dimulai setelah Pelatihan Menulis dan Menyunting Berita Desa yang berlangsung di Kantor Gedhe Foundation (21/02/2015), yaitu Dolan Desa Dermaji.

Santi Herlina dari Desa Pangebatan penasaran dengan Desa Dermaji. “Dengar-dengar jauh banget, tapi kok kalau ada kegiatan-kegiatan di luar Dermaji, perangkat-perangkatnya selalu ikut. Penasaran,“ ungkap Kasi Pembangunan Desa Pangebatan ini.

Pegiat GDM “Dolan Desa” ke Dermaji, Lumbir, Banyumas pada Sabtu (14/3/2015). Bayu Setyo Nugroho selaku Kepada Desa Dermaji membuat acara susur hutan. Dia juga melibatkan perangkat dan warga Dermaji untuk bergabung Dolan Desa GDM. Tujuan utama adalah Curug Wanasuta yang berlokasi di tengah hutan di sekitar wilayah Grumbul Karanggedang.

Selesai menyusuri Curug Wanasuta, rombongan yang terdiri atas dari pegiat desa dari Kalibagor, Pangebatan, Suro, Beji, Darmakradenan, dan Desa Dermaji ini singgah di areal persawahan yang sedang panen raya. Mereka membuat liputan video tentang panen raya Dermaji.

“Dolan Desa bisa mengenal suatu desa sekaligus mencari pengalaman dan studi dari desa lain, selain itu sebagai ajang silaturahmi antarpegiat GDM,” ujar Sumanto dari Kalibagor.

Misun dari Desa Srowot, Kalibagor, Banyumas menjadi tuan rumah “Dolan Desa” pada bulan Agustus 2015. Menurutnya, “Dolan Desa” GDM itu asyik. Njades menambah keakraban, menjadi sarana tukar pengetahuan dan refreshing. “Ibarat pepatah, sambil menyelam nangkap ikan, hehe,” ucapnya.

“Sementara ini baru pernah tuan rumah “Dolan Desa”, semoga lain waktu bisa ikutan sebagai peserta Dolan Desa,” imbuhnya.

Sri Hartuti merasakan kegiatan “Dolan Desa” sebagai kegiatan yang sangat menyenangkan. Ia pernah ikut “Dolan Desa” ke Desa Dermaji, Kejawar, Wlahar Wetan, Pangebatan, Srowot, Melung, dan Karangnangka. “Dolan Desa itu asyik, ngobrolnya ringan, tetapi berisi,” kata Kaur Umum Desa Beji.[:en]Dolan Desa Dermaji

Gerakan Desa Membangun (GDM) activists have a tradition to meet and learn, we call Tour de village. This is nonformal agenda of GDM activities.

Tahun 2015, “Dolan Desa” dimulai setelah Pelatihan Menulis dan Menyunting Berita Desa yang berlangsung di Kantor Gedhe Foundation (21/02/2015), yaitu Dolan Desa Dermaji.

Santi Herlina dari Desa Pangebatan penasaran dengan Desa Dermaji. “Dengar-dengar jauh banget, tapi kok kalau ada kegiatan-kegiatan di luar Dermaji, perangkat-perangkatnya selalu ikut. Penasaran,“ ungkap Kasi Pembangunan Desa Pangebatan ini.

Pegiat GDM “Dolan Desa” ke Dermaji, Lumbir, Banyumas pada Sabtu (14/3/2015). Bayu Setyo Nugroho selaku Kepada Desa Dermaji membuat acara susur hutan. Dia juga melibatkan perangkat dan warga Dermaji untuk bergabung Dolan Desa GDM. Tujuan utama adalah Curug Wanasuta yang berlokasi di tengah hutan di sekitar wilayah Grumbul Karanggedang.

Selesai menyusuri Curug Wanasuta, rombongan yang terdiri atas dari pegiat desa dari Kalibagor, Pangebatan, Suro, Beji, Darmakradenan, dan Desa Dermaji ini singgah di areal persawahan yang sedang panen raya. Mereka membuat liputan video tentang panen raya Dermaji.

“Dolan Desa bisa mengenal suatu desa sekaligus mencari pengalaman dan studi dari desa lain, selain itu sebagai ajang silaturahmi antarpegiat GDM,” ujar Sumanto dari Kalibagor.

Misun dari Desa Srowot, Kalibagor, Banyumas menjadi tuan rumah “Dolan Desa” pada bulan Agustus 2015. Menurutnya, “Dolan Desa” GDM itu asyik. Njades menambah keakraban, menjadi sarana tukar pengetahuan dan refreshing. “Ibarat pepatah, sambil menyelam nangkap ikan, hehe,” ucapnya.

“Sementara ini baru pernah tuan rumah “Dolan Desa”, semoga lain waktu bisa ikutan sebagai peserta Dolan Desa,” imbuhnya.

Sri Hartuti merasakan kegiatan “Dolan Desa” sebagai kegiatan yang sangat menyenangkan. Ia pernah ikut “Dolan Desa” ke Desa Dermaji, Kejawar, Wlahar Wetan, Pangebatan, Srowot, Melung, dan Karangnangka. “Dolan Desa itu asyik, ngobrolnya ringan, tetapi berisi,” kata Kaur Umum Desa Beji.

%d blogger menyukai ini: