Gedhe Nusantara

PT Pasific Satelit Nusantara (PT PSN) melakukan studi banding ke Gedhe Foundation untuk berdiskusi tentang pemanfaatan internet di perdesaan. Studi banding berlangsung dua hari dengan agenda diskusi tentang internet perdesaan dan kunjungan ke Desa Melung dan Karangnangka yang dikenal sebagai desa melek informasi dan teknologi (demit).

Setiba di Stasiun Purwokerto pada Kamis Malam (24/3), Tim PT PSN yang berjumlah tiga orang disambut oleh Direktur Eksekutif Gedhe Foundation, Yossy Suparyo. Setelah itu, rombongan menikmati kuliner khas Banyumas sembari berdiskusi santai.

Jumat pagi (25/3), rombongan berkunjung ke Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng. Rombongan disambut Pemerintah Desa Melung di kantor desa. Kepala Desa Melung, Khoerudin, berbagi pengalaman desa memanfaatkan akses internet sejak 2009.

“Dulu masih pakai teknologi dial up, karena tidak memenuhi kebutuhan dilakukan pemasangan dengan internet kabel. Dari satu titik, internet disebarluaskan melalui teknologi wifi ke tujuh titik lainnya, seperti balai desa, sekolah, dan dusun-dusun,” kisah Khoerudin.

Kebijakan memasang internet juga terkendala oleh kebijakan kecamatan. Hal itu wajar karena pada waktu itu belum ada kode rekening untuk belanja akses internet. Pemdes Melung menyiasati belanja internet dengan kode rekening belanja koran dan surat kabar.

Usai dari Desa Melung, PT PSN berkunjung ke Desa Karangnangka. Desa yang mengusung slogan minapolitan itu memanfaatkan internet untuk mendukung kegiatan produksi warga, baik di sektor perikanan, peternakan, maupun industri rumahan.

Kepala Desa Karangnangka, Jafar Aerudin, bangga wajah desanya terus berubah dengan pemanfaatan internet. Para pelaku bisnis di Desa Karangnangka sudah terbiasa memasarkan produknya secara online. Pemdes juga berusaha memberikan akses internet di kawasan kolam ikan dan kandang ternak agar para petani makin mudah mengakses internet.

“Kita pasang radio wifi di kawasan kolam ikan, sayang baru satu bulan dipasang ada yang mencurinya,” kenang jafar.

Irwansyah dari PT PSN mengaku mendapat pelajaran besar dari inisiatif desa-desa di Banyumas. Pengalaman ini akan membekali timnya yang sedang mengembangkan pendekatan community development dalam pemanfaatan internet.

Selama ini, PT PSN hanya mengembangkan teknologi dan memasang infrastruktur/peralatan akses internet. Akibatnya, peralatan mahal yang mereka berikan kurang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengembangan diri.

“Ini alasan kami berkunjung ke sini. Kami mendapat banyak inspirasi dari para pelaku desa tentang pemanfaatan internet yang produktif dan kreatif,” ujarnya.

Lewat program community development, PT PSN berharap internet mampu memicu pengembangan ekonomi dan pengembangan diri masyarakat yang tinggal di kawasan perdesaan.

%d blogger menyukai ini: