Sutinah
Latest posts by Sutinah (see all)

Ada hantu baru bergentayangan di setiap jengkal dunia. Tak sekadar menakuti, hantu itu melahirkan kuasa teror paling menakutkan, sekaligus mematikan. Seluruh negara sigap-siaga membangun benteng kokoh untuk melindungi warganya. Sejumlah negara adidaya limbung, lainnya tumbang melawan hantu ini. Jutaan manusia menjadi korban. Hantu itu bukan komunisme maupun neofasis, tapi virus mematikan bernama COVID-19.

COVID-19 adalah akronim dari Coronavirus Disease 2019. Penyakit menular ini disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Pada penghujung 2019, Kota Wuhan, Tiongkok digemparkan oleh infeksi SAR-COV jenis baru pada manusia (WHO 2021a). Virus ini menyebar cepat ke berbagai negara di dunia. Pada pertengahan Maret 2020, WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi kesehatan global. Amazing, data WHO per 21 Maret 2021 menunjukkan angka penularan COVID-19 mencapai 122.524.424 kasus yang tersebar di 223 negara (WHO 2021b).

Jurus pertahanan menangkal serangan COVID-19 adalah menggunakan masker, menjaga jarak fisik, dan mentradisikan hidup bersih. Taiwan menjadi satu negara yang berhasil bertahan dari serangan virus berkat kewajiban penggunaan masker secara ketat bagi warganya (Eikenberry, 2020; Wang et al., 2020). Penggunaan masker sukses membatasi penularan virus oleh penderita asimtomatik. Asimtomatik adalah sebutan bagi orang yang terinfeksi COVID-19 namun tidak terdeteksi secara klinis (Chen et al. 2020). Karena sulit terdeteksi secara klinis, penderita asimtomatik menjadi pendorong utama cepatnya penularan COVID-19 (Li et al. 2020).

Penggunaan masker secara ketat belum cukup untuk menngurangi risiko pandemi COVID-19. Setiap warga harus senantiasa menjaga jarak minimal 6 kaki dengan orang lain. Waktu interaksi langsung juga dibatasi kurang dari 30 menit. Kewajiban menjaga jarak aman mampu memutus penularan virus melalui droplet dan airborne akibat interaksi kontak antarwarga. Inilah yang disebut pembatasan jarak fisik dan sosial (physical and social distancing). Setiap kegiatan yang berpotensi menciptakan kerumunan haram hukumnya. Aparatus negara sigap melarang, bahkan membubarkannya secara paksa.

Strategi terakhir adalah hand hygiene atau membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir selama 40-60 detik (WHO, 2020a). Kebersihan tangan juga bisa menggunakan alkohol (alcohol-based handrubs) dengan 2-3 cc antiseptik, dan lama waktunya 20-30 detik. Kebersihan tangan menjadi pintu masuk untuk mengembangkan tradisi hidup bersih dalam setiap kehidupan sehari-hari.

Tingginya jumlah kasus penularan COVID-19 membawa dampak buruk pada semua sektor, tak terkecuali sektor kesehatan. Tenaga kesehatan berrisiko tinggi terinfeksi COVID-19, terutama mereka yang merawat pasien COVID-19. Laporan International Council of Nurses (ICN) per 3 Juni 2020 menunjukkan lebih dari 90.000 petugas kesehatan yang terinfeksi COVID-19 dan lebih dari 600 perawat meninggal dunia (ICN 2020). Di Indonesia, Data Pusara Digital Tenaga Kesehatan per 18 September 2021 menyatakan ada 2.032 tenaga kesehatan meninggal dunia, terdiri dari 730 dokter, 670 perawat, 388 bidan, dan 244 tenaga kesehatan lainnya (LaporCOVID-19 2021).

Tiga jurus melawan COVID-19 ala Taiwan menjadi pelajaran berharga. Kedisiplinan masyarakat dalam memakai masker, menjaga jarak, dan membersihkan tangan terbukti efektif menekan angka penularan COVID-19. “As a Man Thinketh,” kata James Allen, yakinlah ketiga jurus itu mampu melindungi masyarakat dari teror hantu abad 21 bernama COVID-19.

DAFTAR PUSTAKA

  • Chen, Nanshan et al. 2020. “Epidemiological and Clinical Characteristics of 99 Cases of 2019 Novel Coronavirus Pneumonia in Wuhan, China: A Descriptive Study.” The Lancet 395(10223): 507–13. http://dx.doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30211-7.
  • ICN. 2020. ICN Protecting Nurses from COVID-19 a Top Priority: A Survey of ICN’s National Nursing Associations. https://www.icn.ch/system/files/documents/2020-09/Analysis_COVID-19 survey feedback_14.09.2020 EMBARGOED VERSION_0.pdf.
  • LaporCovid-19. 2021. “Pusara Digital Tenaga Kesehatan.” Lapor Covid-19: 1. https://nakes.laporcovid19.org/statistik (September 18, 2021).
  • Li, Qun et al. 2020. “Early Transmission Dynamics in Wuhan, China, of Novel Coronavirus–Infected Pneumonia.” New England Journal of Medicine 382(13): 1199–1207.
  • WHO. 2021a. Cohort Study to Measure COVID-19 Vaccine Effectiveness among Health Workers in the WHO European Region.
  • ———. 2021b. World Health Organization COVID-19 Weekly Epidemiological Edition 46. https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/situation-reports/weekly_epidemiological_update_22.pdf.
Apakah artikel ini bermanfaat bagi Anda?
YaTidak