Andi Intan (kanan), pembeli madu dari Desa Melung

Andi Intan adalah salah satu pembeli madu dari Desa Melung, Kabupaten Banyumas. Dia membeli madu untuk oleh-oleh ke Makasar. Bersama temannya yang merencanakan penerbangan ke Dili, dia menanyakan seputar tentang madu pada Pameran Produk Desa yang digelar pada acara Seminar dan Workhsop Desa Inklusi di Hotel Grage Cirebon (8-11/08/2016). Seminar dan Workshop Desa Inklusi yang bertajuk Peran Pemerintah Lokal dalam Upaya Mendorong Inklusifisme di Masyarakat iniโ€ ini merupakan kerjasama Wahid Foundation, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Gedhe Foudation.

Panitia merancang pameran produk desa dan pameran foto untuk memeriahkan Seminar Desa Inklusi. Pada pameran produk, panitia mendemokan aplikasi QR Code untuk mengetahui harga produk dan deskripsi produk. Sejumlah pewarta tertarik untuk mencoba aplikasi tersebut dan mengambil gambar.

Laporan panitia, sejumlah produk desa seperti madu, mino, kerupuk okara laris terjual. Madu dari desa yang memiliki website melung.desa.id ini merupakan madu hutan. Mino adalah camilan khas Desa Wlahar Wetan, Kabupaten Banyumas. Kerupuk Okara merupakan hasil olah dari ampas tahu yang kriuk dan gurih dari Desa Kalisari, Kabupaten Banyumas. Opak dan kerupuk kentang dari Desa Girimukti juga diserbu pembeli. Camilan khas pasundan ini cocok untuk teman meminum teh atau kopi.[:]

%d blogger menyukai ini: