Gedhe mengikuti Kongres Sungai Indonesia (KSI) di Banjarnegara (26-30/08/2015). KSI yang baru pertama kali dihelat tersebut melahirkan Maklumat Serayu.

Maklumat Serayu berisi ajakan untuk menjalankan revolusi pengelolaan dan kawasan daerah aliran sungai. “Air itu hidupku, sungai itu nadiku, maritim itu budayaku. Kami peserta Kongres Sungai Indonesia menyadari bahwa sungai-sungai di Indonesia dalam kondisi sekarat, yang ditandai oleh : (1) pencemaran sungai telah membahayakan kehidupan ; (2) banjir dan kekeringan semakin ekstrem ; (3) keanekaragaman hayati sungai hilang ; (4) sumber penghidupan hilang ; (5) rasa hormat terhadap sungai hilang ; (6) pendangkalan, penyempitan dan rusaknya sempadan sungai, serta rusaknya daerah aliran sungai. Memahami urgensi di atas, demi kelangsungan hidup bersama, kami sepakat untuk menjalankan revolusi pengelolaan dan kawasan daerah aliran sungai,” ucap Yusron, peserta dari Sulawesi Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani membuka KSI. Sementara, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menutup KSI bertepatan dengan tradisi Parak Iwak Banjarnegara yang berlangsung di Dermaga Arung Jeram Sungai Serayu, Desa Singomerto, Kabupaten Banjarnegara.

Di sela-sela KSI, Gedhe Foundation dolan desa, yaitu ke Desa Pekauman dan Merden. Di Desa Pekauman yang masuk wilayah Kecamatan Madukoro ini, Gedhe silaturahmi ke rumah kadus perempuan, Siti Badriyah. Warga Desa Pekauman dan sekitarnya memiliki potensi kuliner apem madukoro yang bebas pengawet. “Raginya dari sisa tumbukan tepung beras hari sebelumnya,” ujar Siti Badriyah.

Saat berkunjung ke Desa Merden, Gedhe disambut di perpustakaan desa. “Anggota perpustakaan yang tercatat sejumlah 624 orang,” ungkap Arif Wibowo, penulis portal merden.desa.id Desa Merden, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara.

%d blogger menyukai ini: