- Evaluasi Pendampingan Koperasi dan Perhutanan Sosial di Desa Sarwadadi Perkuat Kelembagaan Ekonomi dan Pengelolaan Hutan Masyarakat - 23 Februari 2026
- Penyerahan SK Koperasi di Desa Sarwadadi Tandai Berakhirnya Pendampingan dan Penguatan Perhutanan Sosial - 23 Februari 2026
- Perkuat Tata Kelola Lahan, LPHD Sidadadi Belajar Sistem Agroforestry Durian dan Koperasi ke Banyumas - 13 Februari 2026
Bahasa Daerah merupakan salah satu kekayaan budaya yang ada di Indonesia. Setiap daerah, dari Aceh hingga Papua, memiliki kekayaan budaya berupa bahasa daerah, alat musik, adat istiadat, kesenian, dan masih banyak yang lain. Tak berlebihan jika Indonesia mengusung sloga Bhineka Tunggal Ika.
Jumlah pengguna telepon pintar (smartphone) terus meningkat. Pengguna cukup merata secara umur, mulai dari usia muda hingga dewasa. Pengguna telepon pintar umumnya memanfaatkan fasilitas akses internet, bekerja, belajar, maupun sekadar bersantai menghabiskan waktu.
Selain sekadar sebagai pengguna, keberadaan teknologi itu menumbuhkan beragam pengembang aplikasi dapat menawarkan hasil inovasi dan kreativitas mereka kepada publik. Gedhe Foundation tengah mengembangkan aplikasi Android bernama Kamus Bahasa Banyumas.
Pengembangan Kamus Bahasa Banyumas bertujuan untuk melestarikan bahasa daerah, Banyumas, yang menjadi bahasa ibu bagi warga yang tinggal Eks-Karisidenan Banyumas, seperti Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Kamus Bahasa Banyumas sendiri sudah disusun dalam versi cetak oleh Budayawan Banyumas Ahmad Tohari(67). Tim pengembang Gedhe Foundation mengembangkan aplikasi Kamus Bahasa Banyumas dalam versi Android agar publik semakin mudah mengakses isi kamus, bahkan berkontribusi menambahkan kosakata baru dalam aplikasi tersebut.
Hari ini, Rabu (19/8) Tim Pengembang Gedhe Foundation, Pri Anton Subardio dan Muhammad Rizky mengenalkan aplikasi tersebut pada publik melalui talkshow di RRI PRO 2 FM Purwokerto. Simak perbincangan tersebut melalui tautan di bawah ini :


