Gedhe Nusantara

WONOSOBO – Selama tiga hari, 20-22 Mei 2015, Gedhe Foundation membantu Yayasan SARI Solo mengadakan workshop inisiasi layanan terintegrasi untuk buruh migran dan anggota keluarganya. Bertempat di Hotel Kresna, acara ini diikuti sekitar 30 orang peserta dari beragam latar belakang antara lain staf organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Wonosobo yang terkait dengan BMI, kantor Imigrasi, pegiat isu BMI dan beberapa organisasi masyarakat terutama yang fokus pada BMI dan perempuan.

“Potensi Buruh Migran dari Wonosobo ini sangat tinggi, tetapi permasalahan yang dihadapinya juga terus bertambah, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan, karena itu Pemerintah Daerah Wonosobo mendukung Workshop Inisiasi Layanan Terpadu Untuk BMI dan keluarganya ini semoga dapat merumuskan solusi untuk kebaikan semua pihak” ujar Bupati Wonosobo, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah Wonosobo, Drs Eko Sutrisno Wibowo MM.

gedhe sari workshop bmi wonosobo 2

Hari pertama, Pemerintah Kabupaten Wonosobo diwakili Bidang Pemerintahan Setda dan Camat Selomerto mempresentasikan program SINTA PATEN (Sistem Informasi Terintegrasi dan Pelayanan Terpadu Kecamatan) yang sudah mulai diimplementasikan di empat kecamatan dengan 8 jenis perijinan dan 14 jenis layanan administrasi.

Setelah itu, para peserta diajak memetakan masalah dan potensi yang ditemui atau dialami oleh masing-masing peserta di wilayah Wonosobo.

Hari kedua, Andri Johandri, mewakili Gedhe Foundation memaparkan sistem informasi Desa2.0 yang sedang dikembangkan bersama dengan DesaOS, dengan tambahan fitur BMI dan integrasi dengan database Kabupaten. Hal ini menjawab beberapa masalah hasil pemetaan hari pertama, dimana database di tingkat desa ternyata menjadi hal penting untuk segera dibuat dan dapat disinkronisasi dengan data Pemerintah maupun lembaga masyarakat pemerhati BMI.

gedhe sari workshop bmi wonosobo bu bupati

Selama hari kedua, workshop ini juga mendapat kehormatan dengan kehadiran Istri Bupati Wonosobo, yang juga ketua tim penggerak PKK Kabupaten Wonosobo, yang antusias dengan sistem informasi Desa2.0.

Hari ketiga, peserta bersama-sama merumuskan beberapa rekomendasi dan simpulan antara lain tentang penyebutan istilah yang dapat diterima dan mudah difahami publik yakni TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Kemudian disepakati tiga tahapan yang dapat dijadikan obyek layanan terintegrasi TKI yakni pra keberangkatan, penempatan serta pasca kepulangan. Selain itu, ada tiga pihak yang harus terdata dan dilayani dengan baik yakni Calon TKI, TKI dan Mantan TKI.

Selanjutnya rekomendasi workshop ini akan disampaikan kepada Pemerintah Daerah serta menjadi bahan lanjutan tim SARI Solo untuk program-program pendampingan TKI selanjutnya di Wonosobo.

%d blogger menyukai ini: