Ika Kartini Andriyani
Latest posts by Ika Kartini Andriyani (see all)

Pemerintah mengumumkan kewajiban sekolah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) melalui surat keputusan bersama (SKB) empat menteri dengan syarat disatuan pendidikan tersebut semua pendidik dan tenaga pendidik telah tervaksin, demikian juga untuk sekolah dasar. Setiap sekolah mempersiapkan SOP, membentuk satgas covid, kemudian menyediakan sarana dan prasarana kesehatan dan kebersihan hingga bekerja sama dengan puskesmas. Namun dalam pelaksanaanya selama PTM ditemukan kasus positif covid-19 dan tercatat ada ribuan siswa dan tenaga pendidik. Total ada 1.296 klaster baru COVID-19 di masa PTM per 20 September 2021. Kasus positif paling banyak berasal dari lingkup Sekolah Dasar (SD), yakni 6.908 siswa tercatat positif COVID-19. Hal ini tentu menjadi perhatian dan penting untuk dilakukan vaksinasi covid-19.

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun adalah pemberian vaksinasi covid -19 yang dilakukan untuk siswa sekolah dasar dalam menghadapi PTM. Adapun yang direkomendasikan oleh badan pengawas obat dan makanan (BPOM) adalah jenis dengan jenis sinovac. Manfaat dari vaksinasi covid-19 pada anak usia 6-11 tahun diantaranya menciptakan respon antibody untuk kekebalan tubuh, mencegah terkena virus covid-19, menghentikan virus covid-19, dan menciptakan herd immunity pada anak-anak. Dengan begitu jumlah siswa sekolah dasar yang sakit karena covid-19 akan menurun.

Anak-anak termasuk kelompok rentan terpapar covid-19. Siswa sekolah dasar yang tidak dilakukan vaksinasi covid-19 akan lebih beresiko terinfeksi virus covid-19 ini. Oleh karena itu, pemerintah meminta untuk segera melaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak berusia 6-11 tahun agar PTM dapat berjalan lebih efektif. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy secara tegas mendorong pelaksanaan vaksinasi kepada kelompok anak usia 6-11 tahun. Muhadjir menegaskan “Meskipun keputusan dan kewenangan itu memang berada di kementerian teknis, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, vaksinasi anak usia 6-11 tahun perlu, terutama di daerah-daerah yang rawan penularan dan penyebaran Covid-19” terang Muhadjir effendi dalam jumpa pers. Sementara itu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani menegaskan vaksinasi Covid-19 untuk anak 6-11 tahun rencananya akan dimulai pada 2022. Untuk saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan fokus menyelesaikan target sasaran vaksinasi Covid-19 yang telah ditetapkan untuk mencapai kekebalan kelompok. Puan menghimbau untuk menyiapkan pelaksanaan teknisnya (vaksinasi anak 6-11 tahun) termasuk prosedur skrining dan prosedur vaksinasi.

Pelaksanaan vaksin bagi anak usia sekolah dasar sangat penting dalam menghadapi PTM dan agar segara dapat dilaksanakan. Dengan vaksinasi ini anak-anak dapat cepat kembali belajar disekolah dengan aman.

References

  • Dorong Akselerasi PTM, Pemerintah Umumkan SKB Empat Menteri. 2021, March 30. Retrieved from https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/03/dorong-akselerasi-ptm-pemerintah-umumkan-skb-empat-menteri
  • Vaksinasi COVID-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun direncanakan Dimulai di Tahun 2022. 2021, November 25. Retrieved from https://dinkes.kalbarprov.go.id/vaksinasi-covid-19-untuk-anak-usia-6-11-tahun-direncanakan-dimulai-di-tahun-2022/
Apakah artikel ini bermanfaat bagi Anda?
YaTidak