- Gedhe Nusantara Luncurkan 1.000 Katalog Inovasi Desa untuk Percepatan Pembangunan Nasional - 7 Januari 2026
- Cegah Kegagalan Usaha Rintisan, Gedhe Nusantara Matangkan Program Inkubasi Bisnis Perhutanan Sosial - 27 Desember 2025
- Perkuat Kesiapan Perhutanan Sosial, LPHD Sidadadi Ikuti Pelatihan Penyusunan RKPS dan Penataan Areal - 9 Desember 2025
Perkumpulan Gedhe Nusantara tengah mematangkan persiapan program inkubasi bisnis khusus bagi pelaku perhutanan sosial. Perkumpulan ini merancang program tersebut secara strategis untuk memperkuat kapasitas wirausaha kelompok tani hutan dalam mengembangkan kelembagaan ekonomi yang mandiri. Langkah ini menjadi krusial untuk menekan risiko kegagalan bisnis yang kerap menghantui usaha rintisan di masa-masa awal pertumbuhannya.
Dunia bisnis mengenal fase kritis yang sering disebut sebagai masa tumbuh (growth), yang umumnya terjadi pada rentang usia usaha 2 hingga 3 tahun. Pada periode ini, sebagian besar pelaku usaha seringkali mengalami kegagalan bisnis atau kebangkrutan. Penyebab utamanya jarang karena ketiadaan produk, melainkan akibat minimnya pengetahuan dan kapasitas manajerial pelaku usaha dalam mengelola bisnis yang mulai membesar. Gedhe Nusantara menargetkan program inkubasi ini sebagai solusi konkret untuk mengurangi angka kegagalan tersebut melalui pendampingan intensif dan peningkatan kapasitas yang terukur.
Optimisme Gedhe Nusantara dalam menggulirkan program ini berdasar pada pengalaman panjang lembaga tersebut. Pada periode 2017 hingga 2019, Gedhe Nusantara telah sukses mengelola program serupa sebagai mitra Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa PDTT. Kala itu, mereka fokus mengembangkan produk unggulan kawasan perdesaan di 36 kabupaten. Berbekal rekam jejak tersebut, Gedhe Nusantara meyakini program inkubasi bisnis bagi pelaku perhutanan sosial ini akan mendukung tumbuhnya wirausaha baru yang tangguh di kawasan sekitar hutan.
Direktur Gedhe Nusantara, Yossy Suparyo, memberikan gambaran mengenai desain program yang sedang mereka siapkan. Ia menegaskan bahwa program ini tidak akan berjalan singkat, melainkan membutuhkan komitmen waktu yang cukup panjang untuk memastikan transformasi bisnis terjadi.
“Kami merancang skema program ini agar berjalan efektif selama satu tahun penuh. Enam bulan pertama akan kami dedikasikan untuk masa inkubasi intensif, kemudian kami akan melanjutkan dengan masa pendampingan usaha selama enam bulan berikutnya,” ungkap Yossy.
Yossy juga menjabarkan kurikulum komprehensif yang telah timnya susun. Peserta tidak hanya akan belajar teori, tetapi juga praktik langsung mengenai pilar-pilar utama bisnis. Materi pokok berawal dari penanaman mentalitas kewirausahaan sosial dan kemampuan menyusun perencanaan bisnis yang matang. Selanjutnya, peserta akan mendalami aspek operasional yang meliputi manajemen produksi, manajemen pemasaran untuk memperluas jangkauan pasar, serta manajemen sumber daya manusia untuk memperkuat tim kerja.
“Selain aspek operasional, kami juga menekankan pentingnya manajemen keuangan yang akuntabel, kemampuan membangun kemitraan dan jaringan kerja, serta keahlian melakukan inovasi bisnis agar produk perhutanan sosial tetap relevan dengan kebutuhan pasar,” tambah Yossy.
Gedhe Nusantara menyadari bahwa tantangan terbesar UMKM seringkali terletak pada kerumitan administrasi. Oleh karena itu, mereka tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menyiapkan infrastruktur teknologi pendukung. Gedhe Nusantara tengah mengembangkan aplikasi bisnis terintegrasi yang ramah pengguna.
Aplikasi ini hadir untuk memudahkan para petani hutan dalam mengelola bisnis mereka sehari-hari. Dengan alat bantu ini, pengelolaan keuangan, pemantauan stok di gudang, pengaturan jalur distribusi, hingga aktivitas pemasaran dan pelaporan dapat mereka lakukan dengan mudah dalam satu genggaman. Digitalisasi ini bertujuan agar manajemen usaha kelompok tani menjadi lebih rapi, transparan, dan profesional.
Melalui perpaduan antara kurikulum yang solid, durasi pendampingan yang panjang, serta dukungan teknologi aplikasi, Gedhe Nusantara berharap program ini mampu melahirkan entitas bisnis perhutanan sosial yang kuat secara ekonomi dan sosial.

