Gedhe Nusantara

Gedhe Nusantara mengambil langkah inovatif untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Gedhe mengembangkan aplikasi business intelligence (BI) yang dirancang khusus untuk sektor ritel. Aplikasi ini bertujuan membantu pelaku usaha mendapatkan insight bisnis guna mendorong pengembangan usahanya di tengah persaingan yang semakin ketat.

Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pelaku UMKM, terutama Toko Ritel Desa, dalam menganalisis pola transaksi konsumen serta tren penjualan secara cepat dan akurat. Dengan teknologi ini, data penjualan yang selama ini hanya tercatat dapat diolah menjadi informasi strategis. Harapannya, UMKM dapat lebih memahami perilaku pasar dan kebutuhan pelanggan mereka secara mendalam.

Direktur Gedhe Nusantara, Yossy Suparyo, mengungkapkan bahwa sebagian besar Toko Ritel Desa belum memanfaatkan data transaksi secara optimal.

“Data sering kali hanya sebatas catatan penjualan tanpa analisis lebih lanjut. Hal ini menyebabkan mereka kesulitan menyusun strategi pemasaran yang tepat sasaran untuk menjangkau pelanggan secara efektif,” ujarnya.

Dengan dukungan analisis dari aplikasi BI ini, pelaku UMKM dapat mengambil keputusan yang lebih tepat. Mereka bisa merancang strategi bisnis yang lebih efektif untuk mencapai skala usaha yang diinginkan. Keputusan tidak lagi hanya berdasarkan intuisi, melainkan didukung oleh data konkret yang mudah dipahami melalui dasbor analitik yang disediakan.

Secara teknis, aplikasi ini dikembangkan menggunakan algoritma FP-Growth dan bahasa pemrograman Python. Kedua teknologi ini telah terbukti andal dalam pengembangan sistem machine learning untuk analisis data skala besar. Hal ini memastikan analisis yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan relevan untuk pengambilan keputusan bisnis.

Ke depan, aplikasi ini akan meningkatkan kapasitas pelaku usaha ritel dalam melakukan analisis pemasaran dan menyusun dokumen strategi bisnis. Adopsi teknologi ini diyakini dapat secara signifikan meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan bisnis ritel yang semakin ketat dan dinamis di era digital saat ini.

Saat ini, Toko Ritel Desa menghadapi tantangan besar akibat ekspansi ritel modern ke wilayah perdesaan. Adopsi teknologi business intelligence dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan daya saing mereka. Dengan memahami data, mereka dapat menemukan celah pasar yang belum tergarap oleh ritel modern dan memperkuat basis pelanggan setia.

Adopsi teknologi ini akan memperkuat posisi Toko Ritel Desa di pasar perdesaan yang semakin kompetitif. Kemampuan untuk menganalisis tren lokal memungkinkan mereka menawarkan produk yang lebih sesuai dengan selera dan kebutuhan masyarakat setempat, sebuah keunggulan yang sering kali tidak dimiliki oleh jaringan ritel besar.

“Teknologi ini membantu pengambilan keputusan berbasis data. Toko Ritel Desa dapat menawarkan produk yang relevan dan memberikan rekomendasi yang lebih personal kepada pelanggan,” jelas Yossy.

Personalisasi layanan ini menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan loyalitas konsumen terhadap toko-toko lokal.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi Anda?
YaTidak